Minggu, 14 Agustus 2016

Senandung Rindu

menitip hati padamu, Di mana ku berhati-hati membuka sepucuk kertas sejam lalu mendarat di meja belajarku, Dimana Senja akan menutup hari itu sejak itu pula bayangan senyum manis gadis itu terpapar di depan hayalanku.
     Kubangkit dari kursi dan kulihat seperti kau ada didepan kain gorden jendela yang terombang ambing diserbu angin senja. Hatiku memastikan itu dirimu lalu aku melangkah pelan-pelan dan memanjangkan lengan untuk menyentuh bayangan itu. Sayang itu hanya bayangan.
    Dreeett...... Suara pintu kamarku terbuka lebar. Sino datang mbawa rangkaian bunga melati dan meletakkannya dimeja aku tersentak saat ia masih saja merangkainya dan membuatnya yang terbaik.
   "Sin. Untuk apa kamu membuat persembahan ini.kau tahu kenyataannya kan?" aku bergegas mendatanginya dengan penuh energi."
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar